TERLENGKAP Teori Motivasi Abraham Maslow

Posted on

PelajarPintar.Com – Abraham Maslow berpendapat bahwa setiap manusia pada dasarnya mempunyai kebutuhan pokok. Beliau memperagakan teori tersebut dalam 5 tingkatan dalam bentuk pyramid. Lima tingkatan piramid ini selanjutnya disebut Hirarki kebutuan Maslow, tingkatan pertama dimulai dari kebutuhan biologi dasar dan tertinggi diakhiri dengan motif psikologis yang lebih kompleks, yang akan diprioritaskan setelah kebutuhan dasar nya terpenuhi. Sebelum naik ketingkat kebutuhan selanjutnya paling tidak harus memenuhi kebutuhan tingkatnya sebelumnya terlebih dahulu.

teori motivasi abraham maslow
teori motivasi abraham maslow

• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
• Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
• Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman..

Akan tetapi teori maslow ini sesungguhnya bersifat subjetif, tergantung pada setiap individunya, ada dimana enurut seseorang bahwa individu A tersebut belum mencapai aktualisasi diri akan tetapi justru malah individu A tersebut merasa dirinya telah mencapai aktualisasi diri. Hal itu terjadi karena penilaian kepuasan akan kebutuhan itu hanya bisa dinilai oleh individu sendiri – sndiri yang bersangkutan dan sifatnya sangat subjektif dan tidak dapat dinilai dengan orang lain.


Contohnya seperti seorang pelukis ternama Picasso, semasa hidupnya jadi pelukis dia tidak pernah dihargai karya – karyanya oleh orang lain hingga ketika Ia meninggal baru lah karyanya diakui dan dihargai. Akan tetapi mengapa Ia masih terus berkarya dan melukis karena baginya semua telah diadapat, walaupun kehidupannya pas- pasan dalam hal fisiologis, tapi baginya itu sudah lebih dari cukup dan kebutuhan rasa aman pun terpenuhi dan kebutuhan akan cinta kasih telah Ia dapatkan begitu pula dengan penghargaan, walaupun orang lain tidak menghargai karyanya akan tetapi sudah terdapat kepuasan didalam dirinya tentang karya – karyanya maka walaupun orang lain tidak menghargai itu tidak berdampak baginya. Karena kembali lagi bahwa kepuasan seseorang tidak ditentukan dari penilaian orang lain akan tetapi dari dalam diri individu tersebut, karena memang kebutuhan dan kepuasan seseorang memang bersifat subjektif

Penjelasan
mengenai konsep motivasi manusia menurut Abraham Maslow mengacu pada lima kebutuhan pokok yang disusun secara hirarkis. Tata lima tingkatan motivasi secara secara hierarkis ini adalah sb :

  1. Kebutuhan

    yang bersifat fisiologis (lahiriyah). Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan
    produktivitas yang tinggi bagi organisasi.

  2. Kebutuhan keamanan

    dan ke-selamatan kerja (Safety Needs) Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia
    dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.

  3. Kebutuhan sosial (Social Needs).

  4. Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok.

    Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan
    termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi.

  5. Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs).

  6. Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian.

    Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya se¬seorang serta prestise yang
    ditampilkannya.

  7. Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization).

  8. Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik.

    Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.

Teori Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan pengembangan individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan oleh manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan. Dorongan yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai subjek yang memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus dicapainya dan sekaligus selaku subjek yang mencapai hasil untuk sasaran-sasaran organisasi.

Baca Juga :

  8 Pendapat Menurut Para Ahli Manajemen Berbasis Sekolah
TERBARU LENGKAP Wawasan Wiyata Mandala Power Point PPT 

2 thoughts on “TERLENGKAP Teori Motivasi Abraham Maslow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *