[Lengkap] Pengertian Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara

Posted on

PelajarPintar.Com – Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. Secara etimologis istilah “filsafat” berasal dari bahasa Yunani “philein” yang artinya “cinta” dan “sophos” yang artinya “ hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom” (Nasotion, 1973).

Jadi secara harfiah istilah filsafat adalah mengandung makna cinta kebijaksanaan.

Ada dua pengertian filsafat, yaitu :

  1. Filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk.
  2. Filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup

Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan dalam arti praktis.

Ini berarti  Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia.

Pengertian Pancasila Sebagai Suatu Sistem

Pembahasan mengenai Pancasila sebagai sistem filsafat  dapat dilakukan dengan cara deduktif dan induktif.

  1. Cara deduktif yaitu dengan mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif.
  2. Cara induktif yaitu dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat, merefleksikannya, dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala-gejala itu.

Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, ciri-ciri sistem yaitu sebagai berikut :

  1. Suatu kestuan bagian-bagian
  2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
  3. Saling berhubungan, saling ketergantungan
  4. Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan system)
  5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Voich, 1974:22)

Sila-sila pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis.  Antara sila-sila pancasila itu saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi.

Sila yang satu senantiasa dikualifikasi oleh sila-sila lainnya. Pancasila pada hakikatnya merupakan sutu system, dalam pengertian bahwa bagian-bagian, sila-silanya saling berhubungan secara erat sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh.

Pancasila sebagai suatu system juga dapat dipahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan dirinya sendiri, dengan sesam manusia, dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilainya telah dimiiki oleh bangsa Indonesia.

Dengan demikian pancasila merupakan suatu system dalam pengertian kefilsafatan sebagaimana system filsafat lainnya antara lain materlialisme, idealism, rasionalisme liberalism, sosialisme dan sebagainya.

Pancasila sebagai suatu system filsafat bersifat khas dan berbeda dengan system-sistem filsafat lainnya misalnya lieralisme, materialisme, komunisme dan aliran filsafat yang lainnya.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *